Punah

Sejauh ini aku diam
Dan cukup menikmatimu dalam bait puisiku.
Jika ini menyinggung,
Lantas, bagaimana bisa aku menyimpan dalam dalam
sedangkan kau bebas menyuarakan pikiran dan perasaanmu dgn salam
Tanpa tahu ada yg bingung

Jika ini salah
Apa harus aku lgi yg mengalah?
Sebelum hilang,  kau buatku tiada henti menjarah sampai tau lelah
Tpi skrg?
Aku cukup diberhentikan dgn satu tatap mematikan, yg ia adalah sebuah sandaran dri jenuh dan keluhmu.

Jika ini adalah jenaka yg tak berkesudahan
Biar kata-kataku saja yg mengantar kepulangan
dgn sendirinya
jgn kau
krna aku sdh memberatkan kehilangan

Sejauh ini aku diam
Dari dini hari hingga malam
kau menjamu dgn rayu penuh candu
membuat sajak sajakku membisu
tidak bergeming,  sibuk bernyanyi sinting

Kataku, "singgah singgahlah,  dan pindah pindahlah."  Aku tak memanggil,  dan kau terpanggil.  Karena sejauh apapun kau pergi,  "kau" selalu punya tempat untukku jamu,  meski akhirnya,  aku tetap menjadi suara yg kau tiadakan.

Komentar